Rumus Menghitung Biaya Total Variabel

Biaya total variabel adalah biaya yang diperuntukkan untuk pembelian dan produksi bahan baku dan barang jadi dari suatu perusahaan. Biaya ini juga dikenal sebagai biaya produksi variabel, karena semakin banyak bahan baku atau barang jadi yang diproduksi, biaya yang harus dikeluarkan juga semakin banyak. Misalnya, biaya bahan baku yang diperlukan untuk membuat 1.000 produk akan jauh lebih besar daripada membuat 100 produk. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk menghitung biaya total variabel secara tepat dan akurat.

Untuk menghitung biaya total variabel dari suatu produksi, pertama-tama perusahaan harus menentukan biaya bahan baku yang diperlukan untuk setiap produk yang diproduksi. Ini termasuk biaya bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat produk, serta biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan baku yang diperlukan. Selain itu, perusahaan juga harus memperhitungkan biaya produksi lainnya, seperti biaya tenaga kerja, listrik, dan biaya transportasi.

Setelah perusahaan mengetahui biaya bahan baku dan biaya produksi lainnya, mereka kemudian dapat menghitung biaya total variabel. Cara termudah untuk menghitung biaya total variabel adalah dengan mengalikan jumlah produk yang diproduksi dengan biaya bahan baku dan biaya produksi lainnya. Misalnya, jika suatu perusahaan memproduksi 1.000 produk dan biaya bahan baku per produk adalah Rp10.000, maka biaya total variabel adalah Rp10.000.000 (1.000 x Rp10.000).

Namun, perusahaan harus memperhitungkan biaya overhead juga untuk menghitung biaya total variabel. Contohnya, jika suatu perusahaan membeli sejumlah mesin yang harganya Rp100.000.000, maka biaya overhead yang harus dibayar oleh perusahaan adalah Rp100.000.000. Jika perusahaan memproduksi 1.000 produk, maka biaya overhead yang harus dikurangkan dari biaya total variabel adalah Rp100.000 (1.000 x Rp100.000). Setelah mengurangkan biaya overhead, biaya total variabel akhirnya adalah Rp9.900.000 (Rp10.000.000 – Rp100.000).

Biaya total variabel juga harus memperhitungkan biaya penyimpanan dan distribusi. Biaya penyimpanan adalah biaya yang dikeluarkan untuk menyimpan produk yang sudah selesai diproduksi. Biaya distribusi adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengirim produk yang sudah diproduksi ke konsumen. Misalnya, jika suatu perusahaan memiliki biaya penyimpanan sebesar Rp1.000.000 dan biaya distribusi sebesar Rp2.000.000, maka biaya total variabel akhirnya adalah Rp12.900.000 (Rp10.000.000 + Rp1.000.000 + Rp2.000.000).

Untuk menghitung biaya total variabel dengan benar, perusahaan harus mengetahui biaya bahan baku, biaya produksi lainnya, biaya overhead, biaya penyimpanan, dan biaya distribusi dengan tepat. Dengan mengetahui semua biaya tersebut, perusahaan dapat menghitung biaya total variabel dengan benar dan memastikan bahwa biaya produksi tidak melebihi anggaran yang telah ditentukan. Dengan demikian, perusahaan dapat mengendalikan biaya produksi dan mengoptimalkan profitabilitas.

Kesimpulan

Biaya total variabel merupakan biaya yang dikeluarkan untuk pembelian dan produksi bahan baku dan barang jadi oleh suatu perusahaan. Untuk menghitung biaya total variabel secara tepat, perusahaan harus memperhitungkan biaya bahan baku, biaya produksi lainnya, biaya overhead, biaya penyimpanan, dan biaya distribusi. Dengan menghitung biaya total variabel dengan benar, perusahaan dapat mengendalikan biaya produksi dan meningkatkan profitabilitas.